Coba Renungkan………….kawan!
Masih ingatkah kita iklan yang ada di televisi, para ibu menanyakan kepada seorang pria tampan yang hadir dalam acara tersebut tentang, Kapan Mau Nikah? Kapan? Pemuda yang ditanya menjawab, “May….”
Ungkapan itu, hanya mungkin hanya sebatas iklan rokok yang ada di televisi tetapi, sekaligus menaympaikan bahwa rokok yang dipromosikan mengandung nikotin ringan, enteng, sehingga layak dinikmati
Enjoy aja, katanya. Lalu, jawaban ”May..” kesan pertama kawinnya bulan Mei nanti. Tetapi secara jenaka dan enteng lalu diteruskan, ”May be yes,may be no”. Mungkin mau nikah, tetapi mungkin juga akan hidup bujangan saja.
Iklan ini hampir-hampir menunjukkan realitas dan kondisi rumah tangga kalangan artis dan selebriti yang begitu rapuh. Kerapuhan rumah tangga tentu saja tidak hanya terjadi di kalangan artis. Namun karena selebriti, kondisi rumah tangga mereka yang laris manis menjadi bahan gosip dan konsumsi televisi, Koran dan majalah yang tentu menjadi sorotan publik.
Apakah mereka nikah atau tidak,itu urusan pribadi mereka berdua, tidak baik untuk menghakimi tanpa bukti. Namun jangan salahkan masyarakat yang berprasangka negatif kalau mereka sendiri tidak mau menyebutkan siapa ayah anak itu. Contoh di atas dikemukakan oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat hanya untuk menunjukkan bahwa standar, konsep, dan persepsi tentang perkawinan memang sudah berubah.
Sebelum melangsungkan akad nikah, biasa saja bila calon pasangan selebriti membuat perjanjian dan deklarasi tertulis tentang harta kekayaan masingmasing, agar kalau terjadi perceraian memudahkan untuk pembagian harta. Gejala ini mengisyaratkan bahwa perceraian itu tampaknya dianggap lumrah dan sudah siap-siap sejak awal menikah. Lagi-lagi peristiwa semacam ini bukan lagi dianggap tabu dan malapetaka sebagaimana orangtua dulu memandangnya.Oleh sebagian selebriti, hal itu dijalani dengan enteng.
”Masih banyak calon pasangan lain, mengapa mesti dipusingkan?” mungkin begitu mereka pikir. ”Enjoy aja...”, kata iklan. Dan tentu bagi televisi akan menjadi sumber berita yang mendatangkan iklan. Gosip, gosip, gosip...semakin digosok semakin sip. Jalan pikiran pemirsa pun telah teracuni. Pasangan selebriti yang lagi tidak akur, sedang bertengkar, dan perang dingin, dikompor-kompori dan dipancing-pancing oleh wartawan untuk saling adu pernyataan.Suasana pun bukannya malah membaik dan mendorong untuk rekonsiliasi, melainkan semakin lebar dan menajam konfrontasinya. Mengapa mesti begitu?
Jadi, mari kita menikah, yang belum menikah, begitu juga yang sudah nikah kalau mau nambah silahkan, asalkan saja istri pertama, kedua, dan ketiga tidak diabaikan, berlaku adillah kepada istri yang memang memilikinya lebih dari satu. Tapi ingat, anjuran Rasul, hanya sampai empat oramng, itu pun yang dapat berlaku adil.**()**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar